Parakanlima, 10 Agustus 2026 - Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026, Kelompok KKN 41 Parakanlima dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Deviana Yuanitasari, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, menjalankan sejumlah kegiatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Program yang dijalankan mencakup tiga bidang, yaitu literasi dan pendidikan, literasi keuangan serta pengembangan UMKM, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tidak hanya ditujukan kepada satu kelompok masyarakat, tetapi melibatkan anak-anak, siswa sekolah dasar, masyarakat penerima bantuan sosial, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Beberapa kondisi yang ditemukan selama pelaksanaan KKN menjadi dasar dalam menentukan kegiatan. Di antaranya adalah minat baca anak yang masih perlu dikembangkan, pemanfaatan fasilitas literasi yang belum maksimal, pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan bantuan sosial yang masih terbatas, serta produk UMKM lokal yang belum dikenal secara luas. Di sisi lingkungan, masih ditemukan sampah yang dibuang di sekitar jalan raya dan anak-anak yang belum terbiasa membedakan jenis sampah.
Menjadikan Literasi Lebih Dekat dengan Anak-Anak
Kegiatan literasi menjadi salah satu rangkaian yang cukup banyak melibatkan anak-anak Desa Parakanlima. Salah satunya melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dilaksanakan di aula desa pada tanggal 18, 19, 25, dan 26 Juli 2026.
Setiap pelaksanaan kegiatan diikuti sekitar 15–20 anak. TBM dimanfaatkan sebagai tempat untuk berkegiatan dan belajar bersama dalam suasana yang lebih santai dibandingkan pembelajaran di sekolah. Kehadiran kegiatan secara berkala juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan bahan bacaan dan mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan literasi.
Kegiatan literasi kemudian ditutup dengan Apresiasi Literasi melalui lomba mewarnai pada 2 Agustus 2026. Bertempat di aula desa, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 anak. Lomba mewarnai dipilih sebagai kegiatan apresiasi sekaligus wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas mereka.
Melalui rangkaian tersebut, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga pada penciptaan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat memandang kegiatan belajar sebagai aktivitas yang menarik.
Belajar Mengatur Uang Sejak Usia Dini
Pemahaman mengenai pengelolaan uang juga diperkenalkan kepada anak-anak melalui kegiatan edukasi menabung sejak dini. Kegiatan dilaksanakan di depan posko KKN dan diikuti oleh 27 anak.
Materi yang diberikan dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak memahami mengapa menabung itu penting, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengenali barang yang termasuk kebutuhan maupun keinginan, serta memahami manfaat menabung dan dampak dari kebiasaan boros.
Agar materi tidak hanya berhenti pada penyampaian secara lisan, anak-anak juga melakukan kegiatan kreatif dengan menghias dan membuat tempat tabungan yang kemudian dibagikan. Dengan cara tersebut, konsep menabung diperkenalkan melalui pengalaman langsung yang lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Membuka Wawasan Pengelolaan Keuangan bagi Masyarakat
Literasi keuangan juga menyasar masyarakat dewasa, khususnya penerima bantuan sosial. Kegiatan berlangsung pada 3 Agustus 2026 di Aula Kantor Desa Parakanlima dan dihadiri oleh 39 orang.
Pembahasan dalam kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan cara mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai manajemen keuangan keluarga, pentingnya pendidikan bagi anak sebagai investasi untuk masa depan keluarga, serta beberapa program dan fasilitas pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti Puskesos, BLK, LPK, dan KUR.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa KKN sebagai pemberi materi dengan dukungan materi dari Dinas Sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat penerima bantuan sosial mendapatkan tambahan informasi mengenai cara mengelola kondisi keuangan keluarga sekaligus mengenal beberapa akses layanan dan program yang tersedia.
JEJAKI: Mengenalkan Jajanan Lokal Parakanlima
Potensi usaha masyarakat juga menjadi perhatian dalam kegiatan KKN melalui program JEJAKI (Jelajah Jajanan Parakanlima). Program ini dibuat untuk membantu mengenalkan jajanan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendata empat produk jajanan, mengambil dokumentasi produk, kemudian membuat konten ulasan dan promosi. Konten tersebut dipublikasikan melalui TikTok KKN Kelompok 41 Parakanlima.
Promosi yang dilakukan memberikan respons positif bagi pelaku usaha. Setelah jajanan tersebut direview dan dipublikasikan oleh mahasiswa KKN, masyarakat yang datang untuk membeli jajanan di lokasi usaha menjadi lebih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu memperkenalkan produk lokal kepada calon konsumen.
Mengajak Anak Mengenal Sampah dari Lingkungan Sekolah
Persoalan sampah menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan selama pelaksanaan KKN. Sampah masih ditemukan dibuang di sekitar jalan raya, sementara kebiasaan memilah sampah sejak usia dini juga masih perlu diperkenalkan kepada anak-anak.
Untuk itu, Kelompok KKN 41 mengadakan edukasi mengenai pengelolaan sampah di empat sekolah dasar, yaitu SDN Leuwiliang, SDN Cijolang, SDN Pangantolan, dan SDN Kebonjati. Kegiatan berlangsung pada 23, 24, 27, dan 28 Juli 2026.
Peserta berasal dari kelas 4 hingga 6, dengan jumlah rata-rata sekitar 68 siswa di setiap sekolah. Materi yang diberikan meliputi alasan pentingnya mengelola sampah, pengenalan sampah organik, anorganik, dan B3, serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai dampak yang dapat muncul apabila sampah dibiarkan menumpuk. Untuk melihat sejauh mana materi dapat dipahami, kegiatan dilengkapi dengan games sebagai bentuk asesmen. Dengan metode tersebut, siswa dapat belajar sekaligus menunjukkan pemahamannya melalui aktivitas yang lebih interaktif.
Dari Edukasi ke Aksi Bersih Lingkungan
Edukasi mengenai sampah kemudian dilanjutkan dengan kegiatan nyata di lingkungan masyarakat. Pada 31 Juli 2026, mahasiswa KKN bersama masyarakat dan perangkat desa melaksanakan gotong royong di sepanjang jalan raya Dusun Mekarsari.
Sekitar 50 orang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sampah yang paling banyak ditemukan berupa sampah plastik. Selama kegiatan berlangsung, terkumpul sekitar 15 karung sampah yang berhasil dibersihkan dari area tersebut.
Tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, Kelompok KKN 41 juga memasang tiga banner di sekitar lokasi gotong royong. Banner tersebut berisi imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di lokasi tersebut. Keberadaan banner diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang telah dibersihkan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN 41 Parakanlima, Dr. Deviana Yuanitasari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program ini dirancang untuk mendorong keberlanjutan. "Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga, kami berharap kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat nyata yang terus berlanjut bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Parakanlima," ungkapnya.
Keterkaitan Kegiatan dengan SDGs
Rangkaian kegiatan yang dilakukan Kelompok KKN 41 memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, di antaranya:
Kegiatan KKN Kelompok 41 Parakanlima menjadi rangkaian pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kegiatan yang menyentuh pendidikan, pengelolaan keuangan, pengenalan usaha lokal, hingga kebersihan lingkungan, program yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.